Showing posts with label personal. Show all posts
Showing posts with label personal. Show all posts

August 21, 2019

Dear Parents

Dear mom & dad,
I am a grown up. I know I am not financially independent yet, but I am trying to be independent so i don’t have to beg and get money from both of you again. I know I am still super spoiled but sometimes I am tired. I am tired of being a daughter who always stay in a bird cage. I am a grown up but both of you still treat me like a kid. Go home before 10pm? What am I? Am I gold? A hidden treasure? Or an investment of your future? 
I can’t even express what I like and what I don’t like, cos every time I try to express something, mom blame me, or dad doesn’t listen to me at all. Dear mom and dad, who I can talk to? Who I can tell about everything I feel? Happy, sad, afraid, excited, fall in love, broken heart? Who I can share my thoughts with? I always feel judged before I can even talk. I know you love me, but this is not how you supposed treat me. You can’t always pick whatever best for me that suits you but not suits me at all. I am tired to be a good girl in front of the public and be a rebel girl behind. I am tired to cry alone, and the reason I cry the most of night are both of you who seems don’t or will never understand my feeling. You said “We as a parents are just doing our best for you and your future” but for me it feels like “My parents never told me how to grow up. They can took my happiness only to fulfill their prestige and you would call me ‘perfidious’ if i don’t obey your rules. I know i have to respect you as my parents but I less respected. I may be a super happy girl with loving parents that always love me and spoil me everytime in front of everyone but behind all of that... :’)

January 20, 2019

Tahun Baru Bersama Keluarga

Hi again!

Udah lama banget aku ngga nulis sesuatu disini (eh, bulan ini sempat menulis sesuatu kok). Gimana tahun baru kalian? Seru? Atau biasa aja kaya hari-hari biasanya? Apapun ceritanya, semoga tahun baru 2019 ini membawa kita menjadi orang yang lebih baik. Amin.

Aku memulai tahun ini dengan menyempatkan waktu untuk berkumpul dengan keluargaku, karena sekitar 2 tahun yang lalu ibu dari ayahku meninggal, disusul ayah dari ibuku juga meninggal. Karena semakin sedikit jumlah keluarga yang bisa kumpul bareng, kita mencoba untuk selalu berkumpul di waktu-waktu tertentu. Sedih banget rasanya ditinggal salah satu anggota keluarga, yang mungkin sebenernya selama hidupnya ngga terlalu dekat sama kita, tapi mereka bakal selalu ada dalam doaku.

Aku berkumpul dengan beberapa anggota keluargaku di sebuah apartemen di daerah Jakarta Selatan, namanya Fraser Residence. Apartemen ini cocok banget untuk keluarga yang mau menghabiskan waktunya di luar rumah tetapi tetap santai. Kalo di hotel kan biasanya kita dapat jatah breakfast alias sarapan hanya untuk dua orang, nah karena ini apartemen, kita dapat jatah sarapan untuk 4 orang untuk setiap kamar.
 

Kita sarapan di satu restoran yang ada di lantai 2, cara kita ke restorannya-pun enak, kita tinggal turun dari lift di lantai kamar kita (kebetulan aku di lantai 31), lalu langsung turun ke lantai 2, dan keluar dari lift setelah sampai di lantai 2 itu, kita udah sampai di restorannya. Penuh ngga? Lumayan penuh sih, tapi kalo ngga mau antri, kita sarapannya dari pagi, mulai jam 6 pagi kita udah bisa sarapan di restoran. Pilihan makanannya ngga terlalu beragam, karena restoran ini termasuk kecil.

Setelah sarapan tuh enaknya berenang, kolam renang disini dikelilingi bangunan tinggi, jadi matahari ngga bakal terlalu menyengat (tapi tetep pake sunblock atau sunscreen ya!)
pemandangan arah atas dari kolam renang
Kolam renangnya sendiri berbentuk persegi panjang, dan untuk ukuran remaja sampai dewasa kolam ini dangkal, karena kedalamannya cuma sekitar 100m (kalo ngga salah ya, kalian bisa cek ulang kalo berkunjung kesini). Aku punya beberapa foto kolam renang yang aku ambil sendiri lewat kamera hp, tapi ngga full kolam renangnya.
tampak samping kolam renang
Selain kolam renang yang lebar ini, ada dua kolam kecil khusus untuk menghangatkan tubuh kalo kita merasa kedinginan, yap air di kolam kecilnya hangat (bagian kolam kecil ngga aku foto).
Lalu di dekat kolam kecil itu, ada tempat bermain untuk anak-anak, nah ini nambah nilai banget untuk keluarga yang mau coba nginep di fraser residence ini.

Oh iya, di sebelah restoran yang ada di lantai 2 juga ada sebuah lounge yang isinya ada tv flat screen, billiard table, dan salah satu yang aku foto yaitu rak buku berisi novel dan buku lainnya (hanya untuk dibaca di tempat ya).
lounge at fraser residence jakarta
little library at 2nd floor lounge
Karena kita nginepnya di apartemen, saat menjelang tahun baru ngga ada acara, akhirnya kita hanya kumpul di lounge ini, dan pesan makanan untuk new year's eve dinner. Nah, untuk dinner restoran ini buka sampai jam 11 malam, jadi lebih baik kita pesan makanan paling terakhir jam 10.30.

Untuk ruangan kamar yang kita tempati, ada 2 kamar tidur. Kamar tidur utama ada queen size bed, dan kamar satunya lagi ada twin bed.
Kalian bisa lihat keseluruhan ruangan di video ini:
video 1: ruangan di lantai 31
video 2: ruangan di lantai 31
video 3: ruangan di lantai 31

Terakhir, di lobi receptionist kalo kalian suka foto-foto, di sebelah kiri dan kanan saat libur tahun baru dan natal kemarin, ada pohon natal dan dua patung rusa kecil dengan hiasan kapas yang menambah kesan ada saljunya.
pajangan di sebelah kanan receptionist
pajangan di sebelah kiri receptionist

Happy January! :)





January 7, 2018

Balada Tesis dan Fat Shaming

Ternyata ngetik dalam bahasa inggris atau bahasa indonesia yang rapi dan bener itu agak susah ya. Hari ini mau coba ngetik dengan bahasa sehari-hari dulu deh.

Bingung sih mau mulai darimana, tapi aku mau cerita soal kecemasan aku akhir-akhir ini. Jadi sekarang aku lagi ngerjain tesis untuk syarat dapetin gelar baru, dan sekarang juga aku udah kerja, jadi kerasa padat banget tiap weekdays setelah pulang kerja pasti ke kampus untuk ngerjain tesis bareng. Fyi aku ngerjain tesis bertiga, jadi gak riset tapi ngerjain business model creation

Aku kira ngerjain tesis bertiga itu gampang, ternyata sulit juga karena harus bagi waktu untuk kumpul bertiga, kalopun gak kumpul bertiga ya terpaksa ngumpul berdua atau bahkan ngumpul sendiri demi ngerjain sedikit-sedikit aja gitu, dan lagi kalo udah kumpul bertiga karena aku sekelompok cewe semua, naluri bergosipnya gak bisa direm jadi kadang-kadang kalo udah kumpul bawaannya pingin curhat, ngegosip, kecapean, laper atau ngantuklah, kan jadi waktunya kebuang sia-sia beberapa menit bahkan jam. Masalahnya lainnya adalah kita bertiga itu kerja kantoran, jadi pulang kantor selalu sore menuju malam, bahkan salah satu dari kita baru selesai pas maghrib dan perjalanan dari kantor dia ke kampus lumayan makan waktu kalo dia pake mobil. 

Hal tersakit yang aku alami saat tesis ini adalah kita bertiga harus re-pre defense alias ngulang pra sidang karena bisnis yang kita bawakan ke penguji kurang jelas. Ditambah lagi, saat jadwal re pre-defense kita bertiga keluar, salah satu dari kita ada kegiatan dinas dari kantor untuk pergi ke luar negeri dan tanggal kepergian dia adalah 2 hari sebelum re pre-defense kita! Sumpah ini rasanya antara sedih, mau marah, kecewa, capek, ah pokonya semua berkecamuk deh :(
Akhirnya dengan kesepakatan yang sebenernya aku gak begitu sepakat sama apa yang kita putuskan bersama, yaitu reschedule jadwal.

Bayangin yah, salah satu dari kita lagi dinas ke luar negeri (sambil refreshing sebentar walaupun dia bilang disana dia gak tenang juga) selama 10hari. Udah gitu, setelah dia pulang beberapa hari setelah itu, muncul pengumuman yang menurutku sial banget untuk kita bertiga karena pada akhirnya kita harus bayar lagi untuk perpanjang pengerjaan tesis, karena deadline pengumpulannya itu tanggal 13 Januari 2018, dan sampai detik ini jadwal re pre-defense kita bertiga belum keluar dengan alasan katanya sih mengikuti ketersediaan penguji. Padahal yang kita lihat adalah para penguji kita tuh selalu ada di kampus dan gak begitu subuk, masa iya jadwalnya gak bisa diadain di minggu besok which is tanggal 7 Januari-12 Januari gitu masih ada waktu banget seminggu lagi dari hari ini, ih ketauan banget kampusku nyari duitnya kenceng banget. Bete banget, udah hampir give up soal ini, tapi I have to finish what I started.

Masalah lain selain tesis yang mungkin bagi beberapa orang bukan masalah, yaitu fat shaming. Selama kerja disambi ngerjain tesis itu, aku termasuk orang yang selalu kurang tidur karena selalu tidur sekitar 4-5 jam aja, dan aku bukan morning person, namun terpaksa jadi morning person karena kerja. Biasanya kan orang kalo kecapean, stres, kurang  tidur itu berat badannya menurun ya, lah aku nasib emanı punya gen yang susah nutuk turunin berat badan tapi gampang banget naikin berat badan (sedih loh, beneran sedih banget). 

Apa yang bikin sedih sih? Pertama, aku jadi selalu dibandingin dengan aku yang waktu itu masih lebih langsing dibandingkan aku yang sekarang, dan juga aku selalu dibandingin sama kedua temen tesisku yang sama-sama kurang tidur, capek, dan sebagainya tapi bedanya mereka kurusan, aku gemukan. Kedua, bahkan orang tua pacarku sendiri komentarin badanku yang memang gemukan sambil becanda. Man, walaupun becanda juga tetep aja sedih, seakan-akan aku jadi jelek banget setelah berat badanku naik. Aku gak akan tulis secara spesifik apa aja yang orang tua pacarku bilang ke aku sampai-sampai aku jadi insecure lagi. Gila, ngilangin insecure itu lama, kaya aku kalo mau turunin berat badan tuh lama. 

I feel like I'm so pathetic by writing this here, tapi aku cuma mau mengungkapkan keluh-kesah aku yang mungkin beberapa dari kalian mampir dan membaca sedikit cerita ini.
Pasti diantara kalian yang bersedia baca ini sampai akhir, ada yang bernasib sama kaya aku. Gak cuma yang suka dibilang gemukan lalu insecure kok, bagi yang dibilang kurus lulu insecure juga ada, karena metabolisme setiap orang kan beda-beda, kita gak bisa nyamain semuanya.

Jadi bagi kalian yang punya temen atau mungkin kamu sendiri sedang berusaha mengubah pola hidupnya, appreciate them.

December 17, 2015

college life was super fun

Hello, udah lama banget aku ngga nulis di blog ini. Kenapa? Seperti yang aku pernah share di post sebelumnya, aku ngulang proposal skripsi karena aku pernah kena sial yaitu telat masuk kelas saat ujian, jadi aku dilarang ikut ujian. Pedih banget, padahal saat itu ujiannya 6sks (semakin besar jumlah sks, semakin mempengaruhi IP), jadi karena kejadian ini, aku harus rela 1) mengulang penyusunan proposal skripsi, 2) IPK turun sedikit drastis 3) batal lulus 3,5 tahun.

Ternyata menjalani dunia perkuliahan itu lebih ribet daripada SMA, well aku banyak belajar tentang kehidupan juga saat kuliah. Mulai dari memilih antara teman belajar dan teman bermain, atau keduanya. Kejadian pertama, aku pernah sekelas sama teman cewek yang kuliah di Jakarta dan dia datang jauh-jauh dari Surabaya. Di kampusku banyak banget mahasiswa yang merantau dari sabang sampai merauke cuma untuk kuliah di Jakarta. Banyak dari teman-temanku yang merantau ini lebih malas daripada aku selama perkuliahan, tapi ngga sedikit juga yang rajin dan niat banget kuliahnya. Contohnya, teman kampusku yang merantau dari Surabaya ini, dia sekeluarga pindah ke Jakarta dan tinggal di apartemen di daerah Jakarta Barat yang jaraknya lumayan dekat dari kampus (bukan dengan jalan kaki ya). Dari awal perkuliahan, Echa selalu ngajak aku untuk duduk kursi paling depan atau paling belakang bagi dia adalah kursi di barisan keempat dari kira-kira delapan baris kursi. Awalnya aku ngga ikutin permintaan dia dan lebih memilih duduk di barisan kedua dari belakang bersama teman yang lain, eh lama-kelamaan (bahkan ngga sampe seminggu) aku ngerasa bosen banget dan sama sekali ngga konsentrasi untuk belajar. Maklum aku duduk bersama teman-teman yang lebih banyak ngobrol daripada mencatat atau setidaknya mendengarkan penjelasan dosen.
Akhirnya aku ikutin permintaan Echa untuk duduk didepan, dan hasilnya? Di semester 1 IPK-ku 2,9 not bad untuk sebuah permulaan.
Semester 2, aku ngerasa lebih semangat lagi, dan aku masih sekelas sama Echa, di beberapa mata kuliah yang memang kita ngga terpisah selama semester 2, aku dan Echa selalu satu kelompok, aku ngga pernah nyesel sekelas sama Echa, karena dia satu-satunya teman di kampusku yang ngga pernah berhenti ngasih aku motivasi untuk tetap semangat belajar. Karena ngeliat Echa yang semangat belajarnya ngga pernah hilang walaupun lagi capek, aku terpacu untuk tetap jadi anak kuliah yang rajin, dan emang terbukti, dalam sejarah perkuliahanku nilai IPK tertinggi itu di semester 2, umm dihitung keseluruhan sampai semester akhir sih ngga tinggi banget tapi 3,4 itu nilai IPK yang ajaib banget bagi aku.
Semester 3? IPK-ku turun drastis karena penjurusan aku dan Echa beda itu berarti aku sama Echa udah ngga sekelas lagi, ternyata pisah kelas sama teman yang rajin berpengaruh banget sama nilai akademis perkuliahan. Aku merasa kehilangan semangat belajar, dan aku termasuk anak yang agak sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan baru setelah nyaman dengan lingkungan lama. Ya contohnya di semester 3 ini aku merasa paling bodoh karena ngeliat teman-teman baru terlihat pintar semua (memang iya sih). Dan hal lain yang bikin aku agak sulit untuk beradaptasi sama teman-teman baru di semester 3 itu adalah tampang teman-teman cewek yang terlihat jahat dan teman-teman cowok yang tampangnya sangar. But in the end of the third semester I did it! dengan IPK average.
Semester 4 sampai semester 6 itu adalah semester yang bisa aku bilang jatuh bangun. Kenapa? Jelek banget sih alasannya, aku diputusin hahahaha (laugh it off because it's hurtly funny). Namanya juga cewek, kalo diputusin hidupnya berasa runtuh seruntuh-runtuhnya, bener kan? Lebih lucunya lagi, I was really really stupid because my ex cheated on me 3 times and I am still being kind to him, holly shit. Maka dari itu, nilai akademisku naik-turun deh.
Semester 7 bener-bener menguras energi lahir batin bagi anak kuliah, ini semester sakral bagi mahasiswa yang mau beresin kuliah selama 3,5 tahun dan aku termasuk salah satu mahasiswa yang gagal beresin kuliah selama 3,5 tahun karena telat masuk kelas, jadi aku ngga diizinkan untuk mengikuti ujian. Tapi aku berusaha ngga menyesal karena istilahnya nasi sudah menjadi bubur, mau diapain lagi? Dari situlah aku harus mengulang pengajuan proposal skripsi, yang dimana saat aku mengajukan proposal skripsi dan kalo aku ngga telat aku pasti sudah setengah perjalanan bimbingan skripsi.
Semester 8 itu aku bisa sebut semester malas karena di semester 8 kalo ngga ada semester pendek (sayangnya aku kena semester pendek), ke kampus itu hanya untuk bimbingan skripsi, tapi emang yang namanya skripsi ngga bisa main-main deh (walaupun aku sedikit main-main juga) but thank you God I passed :(
Saking namanya semester malas, kalo mahasiswa itu diberi waktu sekitar 4 bulan untuk bimbingan skripsi, what I did? aku baru mulai bimbingan skripsi 2 bulan menjelang pengumpulan skripsi, ya bagus sekali (ps:sumpah ini jangan ditiru! apalagi kalo dosen pembimbingnya killer, mati aja ngulang skripsi di semester 9).

Jadi pelajaran yang bisa aku petik dari kejadian diatas adalah:
1. Pilih-pilih teman di kampus (teman belajar, teman bermain, atau campuran keduanya)
2. Perbanyak teman/relasi di kampus, ini berguna banget buat kedepannya
3. Rajin-rajin mencatat setiap mata kuliah (I did this because I realize I'm not that smart)
4. Duduk di barisan depan kalo merasa ngga ngerti sama mata kuliahnya (don't be shy!)
5. Cari kelompok anak rajin buat belajar bareng (biar ketularan rajin)
6. Jangan nyesel kena semester pendek, jalani aja (because of this I am able to watch One Direction concert at GBK on last March 25)
7. Just have fun because adulthood is more complicated and you're going to miss college life so much!

October 8, 2014

Keep Myself Alive

It's been two weeks since I started my new semester in my college (not new actually, because I am already in the 7th semester). Time flies so fast, I remembered how my index of achievements went down when I was in the 3rd semester because I lost my friendly and clever friend who have been my motivation since day one I got into college, her name is Patricia, but people called her Echa. I think she is really an angel for me, she really into all self improvement while everyone are still think college life is easy because you only have to be in college less than 8 hours in one day, go home, don't have homework or anything, but she's different. She keep me away from laziness. We were separated in college because I took Business and Organization major and she took Entrepreneurship major, so we never be a classmate again since the 3rd semester until now. That was the first time, then my index of achievements went down again last semester because I broke up with my boyfriend (technically he broke me up), it felt like I was sewing my own heart to heal myself then he ripped it again, well go ahead ripped my heart out if you think that what's love all about. He fall in love with someone else, so I can fall in love with someone else too. Now i am sewing my good story with my family again, because when I was in a relationship, I wasn't spending my time with my family that much, I mean I did spend my time with my family but I'm not into it, like I'm not enjoying my time with my family. So, I am trying to spend my time with my family as much as possible, with my mom, my sister, especially my dad, because it's been a rough time for me and my dad, we didn't talk much and he gave me a silent treatment for about 3 days I think, or I can say it felt like one week! Can you imagine? I can't even speak to him even when my dad was in the same room with me, I felt like a wind, you can feel it but can't see it. I was really sad, and I just wanted to lock myself in my room, I can't even eat because I lost my appetite whereas I love to eat, I felt I am not myself that day, I lose weight without even trying to do a diet, I kept vomit after eating something. That was terrible.

Another heartbreak story, I have to make another proposal for my thesis, which mean I work twice for this damn proposal, I have to wrestle with this thing for about 3 months. I am so down. To make this proposal I have to find a problem which relate to my major, second, I have to find an enterprise which relate to my problem and then I have to ask for an internal data from them for further activities because I have to process the data to find an answer and make a conclusion about it, What a struggle for a final level student. Damn, you better work it, bitch.

But in the other hand, happy things come along. My dad was right, if we are sad, just pray, God will listen to you even He doesn't give you what you want, you will get what you need even when you're not realize. "Nothing last forever, kid" My dad said. "When it is your time, it is your time." I make friends with plenty of boys and they seems nice, and I am thankful for that.
Maybe I should appreciate every little thing more.

Quote by Tianna Kavanagh

February 25, 2014

Semester Baru Dimulai


Aku benci jika harus menjadi morning person disaat jadwal tidurku sangat berantakan. Di semester baru ini, aku menapaki semester 6 dimana aku harus sudah mulai memikirkan "apa judul skripsiku nanti?", sedangkan hingga sekarang aku masih duduk dengan santai sambil mengetik tulisan di blog ini sambil mendengarkan album baru The Wanted. Padahal besok aku harus masuk kelas jam 11.20, tetapi aku bersyukur karena tidak harus masuk kelas pada jam 7.20 (kelas pagi begitu menyiksa).

Bicara tentang kelas pagi, di semester 6 ini, aku mendapat giliran kelas pagi, ya jam 7.20 pagi :(
Hari pertama kuliah di semester 6 aku sudah bolos, bukan karena aku malas tetapi macetnya Jakarta memang sulit diprediksi! Tadi pagi, aku terjebak di jalan kemanggisan dan stuck tidak bergerak selama ± satu jam, dan karena aku sudah terjebak hingga jam 8.30 pagi, aku memutuskan untuk kembali ke rumah dan melanjutkan tidurku yang belum sampai 8 jam. Tadi pagipun cuacanya mendung, sehingga sangat mendukung untuk kembali ke tempat tidur.

Jam 11.00 berlalu, HPku berbunyi, teman-teman mengabariku bahwa minggu depan tidak boleh ada yang terlambat, karena dosennya bilang "2 kali anda terlambat masuk ke kelas saya, anda saya nyatakan gagal" itu pernyataan yang menjadi tantangan bagiku selama satu semester ini, karena sudah 2 semester aku tidak pernah mendapatkan giliran kelas pagi.

Semoga minggu depan aku tidak terlambat

November 25, 2013

my iphone suddenly dead! (cara nyalain iphone yang mati secara tiba-tiba)

Hi everyone! Selamat hari minggu :)

Aku mau berbagi pengalaman nih, tadi malam sekitar pukul 19.00 iphoneku (si blanco) mati secara tiba-tiba, padahal aku inget banget batterynya masih 39% :( ya... aku fikir dia emang mati karena ngedrop, akhirnya setelah sampai di rumah oma-opaku, aku langsung cari saklar untuk ngecharge [anak jaman sekarang, smartphone dan charger itu no.1! padahal kadang aku merasa ngga begitu butuh smartphone].
Balik lagi ke cerita. Aku udah charge iphoneku, kan biasanya kalo iphone mati itu setelah dicolokin charger pasti langsung muncul lambang buah apel atau battery, colokannya, dan lambang petirnya. Karena aku fikir dia drop banget, aku tinggalin iphonenya sampai kira-kira satu jam, tapi ngga ada perubahan alias tetap blank. Aku langsung menyimpulkan bahwa chargernya rusak, karena memang kondisi chargerku ini udah agak rusak

kondisinya seperti ini:

Aku udah hampir nyerah dan mau ambil keputusan untuk ganti hp, tapi aku masih sayang sama iphone ini karena dia masih mulus (walaupun casenya sendiri sudah lecet).

Akhirnya dalam perjalanan pulang ke rumah aku sama sekali ngga main hp, rasanya sepi banget :p

Sampai di rumah, aku langsung mencari charger yang lebih mulus daripada punyaku. Aku coba charger pake yang lebih muluspun hasilnya nihil! Terus aku coba colokin di komputer dan hasilnya juga nol.

Apa guna internet kalo kita ngga pergunakan dengan baik? Akhirnya aku mulai browsing mbah google dengan keyword iphone tidak bisa di charge. Sekitar 6-7 halaman web ngga menampilkan cara menyalakan iphone seperti yang aku harapkan (baca: yang mudah dan singkat). Setelah itu, aku nemuin satu blog yang caranya aku ikutin dan BERHASIL!!

ini dia blognya.

Terima kasih Andre Hardian :)






January 25, 2012

say ok

sometimes i wonder why he hate me for collecting and buying cds. he don't want me to buy cds, he said "it's useless! you're not a kid anymore!" when i heard that words came from his mouth, i just can shut my mouth and holding my tears on the telephone. i know when he's mad, i really have to follow everything he said. is collecting cds are just for kids? is that wasting your money? like watching concert? i love watching concert, it's like my escape from everything in my life. i feel like you underestimate my hobbies :'( i know we're in trouble, i always trying to help you, but sometimes i feel i'm not required, especially when you're angry. did i ever underestimate your hobbies? even honestly i don't like it. i am trying to noy underestimate your hobbies, as long as it doesn't bring badness. your hobbies, my hobbies. both using money :)

i don't know what i should say again, i love you.

August 17, 2011

66 Tahun Indonesia

Hari ini adalah hari ulang tahun negara kita, negara Indonesia. Wah ngga kerasa ya, udah 66 tahun Indonesia merdeka.
Ngomongin tentang merdeka, sedih juga sih, tadi subuh aku baca blognya kak Melanie Subono yang berjudul "INDONESIA, maafin gue"
Jadi ceritanya kak Melanie baru pulang dari studio terus dia mau makan malam sambil nonton tv, dan setiap kali dia pindahin channel tv semuanya berita. Berita yang seharusnya bisa membanggakan Indonesia karena hari itu sudah tanggal 17 Agustus, ternyata semua isi beritanya bisa membuat para pahlawan kita terdahulu kecewa, karena kita bukannya membuat negara berkembang ini menjadi negara maju seperti negara-negara di Eropa yang terbilang sangat maju. Bayangin aja, di negara ini orang-orang terpilih untuk memimpin negara banyak yang korupsi, bahkan mungkin kalangan di bawah mereka yang termasuk orang kaya pasti mengikuti jejak para aparat negara yang suka korupsi. Sedih banget, tapi seperti kata kak Melanie, kita sendiri aja belum tentu bisa memajukan negara karena kebiasaan kita adalah mengeluh, bener ngga sih? Kita yang tiap hari naik mobil pribadi, tiap lagi macet "macet melulu deh! kebanyakan mobil pribadi sih, ngga bisa pada naik kendaraan umum aja apa?" kira-kira begitu dan pastinya orang itu ngga sadar kalo dia sendiri juga menggunakan mobil pribadi yang mungkin cuma ditumpangi sama dia sendiri, sedangkan muatan di dalam mobilnya bisa sampai 5 orang. Ngaku deh, aku sering ngomong begitu. Padahal kalo kita semua bisa memanfaatkan kendaraan umum dengan baik, pastinya kita bisa mengurangi kemacetan, tapi ya orang-orang di negara kita ini sulit berubah. Hanya kalo orang-orang Indonesia lagi berkunjung ke negara lain pasti mereka bisa mengikuti peraturan yang ada di negara itu, tapi kita sendiri ngga punya kesadaran untuk mematuhi peraturan yang ada di negara ini.
Susah sih, niat kita udah baik mau membangun negara biar maju, tapi kita sendiri seenaknya marah-marah karena orang melanggar peraturan. Mulai dari hal kecil, buang sampah, itu hal paling sederhana tapi masih banyak orang yang buang sampah di mana-mana, bisa di jalanan, di selokan, di kolong meja sekolah, di sungai, di laut sekalipun seakan-akan semua tempat itu adalah tempat sampah. Padahal apa susahnya sih kita tinggal buang sampah ke tempat sampah yang tersedia di sudut-sudut jalan walaupun mungkin udah ngga terurus dan walaupun banyak dari kita yang masih belum bisa ngebedain mana sampah organik dan mana sampah anorganik.

Intinya hari ini kita berharap semoga negara kita semakin makmur, jalanan macet berkurang, tindakan kejahatan berkurang, dsb. Itu salah, seharusnya kita berharap dan berusaha agar kita semua penghuni negara Indonesia bisa merubah negara Indonesia menjadi negara yang lebih baik dimulai dari kesadaran kita masing-masing.

Selamat Ulang Tahun yang ke-66 Indonesia, MERDEKA!

May 2, 2011

almost 17

sebentar lagi tanggal 8 mei tiba, tanggal itu dimana aku lahir 17 tahun yang lalu, dan dalam 6 hari lagi umurku menjadi 18 tahun. tidak terasa aku bukan anak kecil lagi, aku sudah menjadi remaja yang beranjak dewasa.
di dalam benakku, aku masih berumur 16 tahun karena banyak orang bilang bahwa aku masih seperti anak kecil yang polos, belum bisa berpikir dewasa, manja, cengeng dsb yang menyangkut anak kecil.

dewasa. dewasa itu tidak dilihat dari umur, tetapi dari sikap. namun ada baiknya jika kita bersikap sesuai umur.

terkadang aku suka menyalahkan diriku sendiri karena banyak orang yang bilang bahwa aku masih seperti anak kecil. setiap aku berusaha bersikap sepertinya sikap yang aku ambil itu salah, aku harus banyak belajar mengenainya.

aku dikenal banyak bicara, tetapi tidak dipikirkan terlebih dahulu. disaat aku diam, orang kebingungan karena raut wajahku saat diam itu seperti orang yang sedang bersedih. bahkan saat aku diam dan orang bertanya ada apa dengan diriku, setelah aku menjawabnya mereka terkadang tidak percaya dengan ucapanku. mengapa wajahku tidak bisa terlihat meyakinkan ya?

apakah setiap ulang tahun, kita harus merayakan ulang tahun? harus mentraktir orang-orang terdekat? apakah harus setiap orang memberi kita hadiah?
yang terpenting adalah berdoa untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

hadiah di hari ulang tahun adalah tanda seseorang memberi perhatian pada kita, mereka harap hadiah yang diberikan kepada kita bermanfaat dan kitapun menyukai hadiah itu. hadiah apapun yang kita terima dari orang lain harus kita terima dengan senang hati walaupun sekiranya kita tidak menyukai hadiah tersebut, kita harus tetap bersyukur.

July 31, 2010

an escape (concert)

You know why I like concerts? They give me something to look forward to. As soon as I buy the tickets, I’m counting down the days until it’s one day. And it doesn’t matter if it’s over 200 or more days. Or even a year. I’m counting down. And when it gets close, I spazz out at night from imagining what the concert will be like. Then you’re standing next to your favorite band and listening to the music that has helped you in the past. You just feel like you belong there with the crowd. It doesn’t matter if you’re with five people or by yourself. It’s just you and the band. That’s all that really matters. And you sing those lyrics as loud as you can; the ones that helped you get over your ex or about your new love. And when the night is over, you can’t wait until another concert so you could feel like you really belong there. And so you can feel infinite.

via tumblr